April 13, 2024

Dampak Boikot Produk Israel Terhadap Perekonomian Indonesia

Dampak boikot produk Israel ternyata tidak hanya dirasakan oleh Negara bersangkutan tetapi juga di dalam negeri. Produk-produk yang berafiliasi membawa pengaruh efek domino dalam berbagai bidang usaha dan perekonomian.

Meski demikian aksi seruan untuk tidak lagi memakai atau mengonsumsi produk pro Zionis masih terus digaungkan. Seperti apa dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, berikut uraian singkatnya.

Latar Belakang Aksi Boikot Produk Israel

Aksi boikot sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2005 dengan istilah BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi). BDS dilakukan oleh penduduk Palestina yang merupakan gerakan perlawanan non kekerasan atas pendudukan Zionis Israel. Tujuannya adalah melemahkan dari sisi perekonomian, mengakhiri dukungan internasional terhadap pendudukan. Serta penjajahan di Palestina serta menekan Israel untuk patuh terhadap hukum Internasional.

Gerakan ini semakin masif dilakukan sejak 7 Oktober 2023. Aksi BDS diinisiasi oleh serikat pekerja Palestina, organisasi perempuan, jaringan pengungsi, asosiasi profesional dan komite perlawanan rakyat. Namun boikot yang saat ini terjadi diserukan oleh aktivis dan rakyat di seluruh dunia yang pro Palestina. Bahkan di Indonesia aksi boikot ini semakin ramai dilakukan.

Tujuannya sama yaitu melemahkan perekonomian perusahaan yang mendanai Zionist Israel. Dengan begitu, Zionist akan kesulitan membeli persenjataan untuk menyerang Palestina. Seruan digaungkan melalui berbagai platform media sosial. Meski sudah ada gugatan ke International Court of Justice dan berhasil menekan Israel untuk menghentikan kekerasan di Palestina, tapi aksi ini tetap dilakukan.

Dampak boikot produk Israel menyebabkan penurunan harga saham beberapa perusahaan. Contohnya Starbucks, Mc Donald, Pizza Hut, Nestle, Unilever bahkan Disney dan platform-platform terafiliasi dengan Zionist. Namun dampaknya tidak hanya berimbas pada perekonomian Amerika Serikat tetapi juga di Indonesia. Ada sisi positif dan negatif imbas dari seruan dan tindakan stop menggunakan produk-produk terafiliasi Zionist.

Dampak Boikot Produk Israel yang Positif

Gerakan masif untuk tidak membeli, mengonsumsi dan menggunakan produk impor dan produk dari perusahaan terafiliasi Israel menjadi angin segar bagi UMKM. Banyak konsumen beralih menggunakan produk dalam negeri. Dampak boikot produk Israel sangat menguntungkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Banyak contohnya yang bisa dengan nyata dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Pecinta kopi saat ini tidak lagi tergantung pada Starbucks tapi beralih ke produk lokal seperti Excelso, Point Coffee, Janji Jiwa dan banyak lagi. Junkfood, Fast Food asal Amerika Serikat seperti Burger King, McD, Pizza Hut, KFC kini  sepi.  Masyarakat sudah mencari alternatifnya ke produk buatan lokal atau UMKM. Bahkan promosi, testimoni, ajakan membeli junk food, fast food lokal banyak bertebaran di sosial media.

Banyak influencer pro Palestina mempromosikan fashion lokal. Dampak boikot produk Israel memberi keuntungan bagi pengusaha fashion yang selama ini kalah pamor dengan barang impor dengan harga tinggi. Bagi masyarakat bergesernya kebiasaan berbelanja ke barang buatan anak negeri membantu menghemat anggaran. Sebab harga yang ditawarkan pebisnis lokal lauh lebih murah dengan kualitas tidak jauh beda.

Banyak kalangan masyarakat menengah bawah mulai berani berkreasi sendiri. Contohnya membuat sabun cuci piring menggunakan bahan-bahan sederhana untuk penggunaan sendiri. Kemudian kesadaran untuk mulai menanam sayur, buah, di pekarangan rumah. Ada yang skalanya untuk konsumsi sendiri dan ada yang mulai melirik pasar lokal. Apapun itu kondisi seperti ini sama saja mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dampak Boikot Produk Israel yang Negatif

Pada dasarnya hadirnya cabang atau outlet perusahaan di Indonesia membuka lapangan pekerjaan bahkan menguntungkan UMKM. Adanya aksi boikot menimbulkan dampak merugikan bagi beberapa kalangan sebagai berikut:

  • UMKM Penyuplai Bahan Makanan Merugi

    Kerugian pertama kali dirasakan oleh UMKM yang biasa menyetor Cabai, Ayam, dan bahan berkualitas ke resto-resto asal Amerika. Jumlah permintaan kian dibatasi menyusul semakin menurunnya jumlah pembeli.

  • Beban Kerja Karyawan

    Dampak boikot produk Israel juga langsung dirasakan oleh karyawan karena beban kerja semakin berat. Karyawan harus ikut melakukan promosi dan branding positif demi meningkatkan penjualan.

  • Banyak Terjadi PHK

    Semakin menurunnya pembeli menyebabkan omset perusahaan menurun, demi melakukan penyesuaian akhirnya perusahaan terpaksa melakukan PHK. Banyaknya perusahaan melakukan PHK otomatis menghasilkan banyak pengangguran.

  • Berpengaruh pada Iklim Investasi

    Berubahnya tren pasar berpengaruh pada iklim investasi. Investor luar negeri akan berpikir ulang sebelum mengucurkan dananya di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Perhitungan untung rugi akan jadi pertimbangan utama.

Setiap aksi selalu ada konsekuensinya, sejauh ini masyarakat masih konsisten melakukan boikot. Meski menghadapi dua sisi, tapi banyak juga yang justru termotivasi untuk berdikari secara ekonomi sehingga tidak merugi sebagai dampak boikot produk Israel.